Kali Ini adalah Ikan Pesut yang Menjadi Korbannya

Pemasangan sensor lacak pada Ikan Pesut di Denmark
Manusia memang ditakdirkan akan merusak bumi baik di daratan maupun di laut, sesuai dengan firman Allah SWT. Setelah sebelumnya saya membahas hal kecil perbuatan manusia yang lama - lama membahayakan kondisi kehidupan secara global dalam artikel Manusia Mendorong Pencemaran Air dengan Mengeluarkan Fosfor Berlebihan!.

Kali ini ada temuan baru yang membuat pemerhati dunia binatang prihatin. Dilaporkatn oleh ilmuwan pada 14 Februari di Proceedings of the Royal Society B, bahwa tanpa kita sadari suara bising dari kapal dengan tingkat 100 decibel, kira - kira bunyinya sekeras bising dari mesin pemotong rumput, telah menganggu sinyal ikan pesut dalam ekolokasi untuk memburu atau memangsa ikan lainnya.

Peneliti mengatakan :
Studi sebelumnya juga menemukan bahwa frekuensi tinggi dari sonar kapal selam dapat membahayakan ikan paus, untuk kebisingan tingkat rendah adalah dari kapal pengirim barang.
 Namun, belum diketahui secara pasti. Apakah dalam kebisingan rendah tersebut bisa mengganggu pendengaran dari ikan pesut.

Untuk mengetahui dampak dari kebisingan kapal pengiriman barang terhadap pendengaran ikan pesut. Maka dalam studi pertama, para peneliti memasangkan alat sensor pada 7 ikan pesut di Denmark untuk melacak setiap pergerakan dari ikan pesut dan mencatat setap kegiatan ekolokasi dari ikan pesut yang telah dipengaruhi oleh kebisingan selama 20 jam.

Hasilnya, dari kapal yang mengularkan tingkat kebisingan 130 decibel, atau setara dengan dua kali lipat kebisingan dari gergaji mesin dapat menyebabkan ikan pesut menghindar dengan secepat mungkin. Hasil studi ini menunjukan bahwa tingkat kebisingan dari mesin kapal dapat mempengaruhi perilaku ikan pesut dan mengganggu mereka dalam mencari mangsa atau makan.

Sumber : sciencenews.org ; kumpulananekatulis.blogspot.co.id
Previous
Next Post »
Thanks for your comment