Full width home advertisement

Travel the world

Freedom Of Chit Chat!

Post Page Advertisement [Top]

Proses edukasi ilustrasi kitabisa.com

Apa yang ada dalam benak ketika mendengar kata edukasi atau pendidikan?

Mungkin sebagian akan membayangkan sekolah, tempat kursus, mengaji, belajar, dan sebagainya. Tidak ada yang salah dengan semua anggapan tersebut. Tapi pernahkah anda mengetahui arti sejati dari kata edukasi atau pendidikan tersebut?

Edukasi adalah proses belajar mengajar antara guru dan murid - muridnya dengan tujuan untuk mengembangkan potensi kecerdasan dan kepribadian sehingga peserta didik memiliki keterampilan serta berakhlak mulia. Manusia mendapatkan edukasi semenjak masih bayi sampai nanti akhir hayat, yang diawali dengan pendidikan dari orang tua dan keluarga serta lingkungan (non formal) dan kemudian bisa diberi edukasi secara formal seperti sekolah, lembaga kursus, universitas, dan sebagainya.

Edukasi saat ini yang kita bisa rasakan dan nikmati manfaatnya, ternyata memiliki sejarah panjang yang telah membantu perkembangan peradaban dunia.Berikut adalah sejarah perkembangan edukasi dan sumbangsihnya terhadap kemajuan kehidupan manusia :

1. Perkembangan edukasi pada masa sebelum masehi


Sekolah Aristotle - lukisan dari Gutav Spangenberg

Pada tahun 3500 tahun sebelum masehi, bangsa Yunani Kuno sudah mengembangkan konsep edukasi yang menjadi kunci dari negara ini mampu  mengembangkan budaya dan teknologi yang memukau. Banyak tokoh terkenal dan dikenal sebagai bapak - bapak pendidikan seperti Aristoteles, Socrates, Herodotus, dan masih banyak lagi. Kajian mereka tentang berbagai aspek kehidupan manusia, telah merubah cara pandang manusia yang gelap terutama untuk rakyat Yunani Kuno menjadi manusia yang pemikirannya tercerahkan dan bahkan mampu mengungguli bangsa - bangsa lainnya, baik dalam bidang filsafat, teknologi, budaya dan ekonomi.

Pada masa tersebut sudah dikenal edukasi secara formal dengan tempat terpusat dimana orang bisa belajar dan mengajar bersama seperti konsep sekolah saat ini, dan yang paling hebat dari perkembangan edukasi tersebut adalah ditemukannya cara menulis dan membaca yang menjadi dasar supaya proses belajar mengajar menjadi mudah. Seiring berjalannya waktu, sistem edukasi tersebut ditiru  oleh bangsa lainnya seperti Mesir Kuno, Cina, India, Mesopotamia, Babilonia, Roma Kuno, bahkan entah apa yang terjadi menurut penelitian dalam kurun waktu 3 abad sebelum masehi bangsa Maya juga telah bisa menulis dan membaca.

Warisan dari bekembangnya sistem edukasi pada masa sebelum masehi atau masa pra-sejarah ini adalah :


  • Manusia sudah bisa menulis dan membaca.
  • Dari bekal bisa menulis dan membaca tersebut, lahirlah karya hebat yakni teks - teks yang berisi sajak, kisah, ilmu alam, bahkan kitab suci. 
  • Teks semula menggunakan media batu atau tanah liat yang sampai akhirnya menggunakan kulit binatang dan kulit kayu, sehngga proses belajar dan mengajar menjadi lebih cepat.
  • Berkembangnya edukasi menghasilkan sistem pemerintahan yang sangat efisien dalam mengatur kekuasaan negara atau kerajaan yang tak lagi sempit, namun sudah terdiri dari puluhan kota.
  • Orang - orang pada masa itu mulai sadar akan pentingnya edukasi dan mulailah didirikannya sekolah - sekolah dan perpustakaan.
  • Pada masa ini, hanya golongan elite seperti anggota kerajaan, pejabat, pemuka agama, dan petinggi militer saja yang bisa mendapatkan edukasi formal, selebihnya seperti petani dan pedagang hanya mendapatkan pendidikan dari orang tua dan lingkungan sekitar dan bertujuan hanya untuk menurunkan skill atau keahlian saja.
  • Perempuan pada masa ini sama sekali tidak boleh mendapatkan edukasi. 
  • Pendidikan menekankan pada perbaikan moral dan bukan untuk meningkatkan keterampilan secara khusus.


2. Perkembangan edukasi pada zaman pertengahan (500 M sampai dengan 1600 M)

Awal masa ini, pengaruh agama begitu kuat dalam sistem edukasi yang dijalankan. Memang hal tersebut adalah sesuatu yang mulia karena mengajarkan manusia untuk mendapatkan akhlak mulia atau kebaikan. Akan tetapi dalam perkembangannya, agama dijadikan alat politik guna mengekang kebebasan orang terutama kaum bawah supaya kaum elit dapat leluasa dalam berkuasa dan merampas hak - hak kaum bawah.

Sampai pada akhirnya ada suatu perubahan besar dalam sistem edukasi dimana anak kecil berusia enam tahun dan dari kalangan apapun bisa mengenyam pendidikan formal tanpa dikenai biaya sekolah yang dicetus oleh dunia islam. Mengajarkan untuk membaca, menulis, dan menjelajah dunia. Islam juga mencetus pendirian universitas pertama kali di dunia yakni Universitas Qarawiyin pada tahun 859 di Fez, Maroko. 

Konsep universitas dalam sistem edukasi ini telah membukakan mata bagi orang - orang yang telah dibutakan dengan sistem edukasi yang salah akibat pengekangan hak untuk belajar. Dalam universitas para peserta didik dan pengajar saling berinteraksi melakukan pengkajian dan penelitian terhadap masa lalu, masa sekarang, bahkan masa depan dan lahirlah berbagai karya dan warisan yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia.

Sedangkan di China, pada sekitar tahun 1040 mulai lahir berbagai sekolah swasta yang dilatar belakangi karena kesulitan keuangan negara dalam menjaga dan merawat sekolah - sekolah yang ada. Konsep sekolah swasta ini selain meringankan beban negara atau kerajaan dalam mendidik warganya juga menambah persaingan atau iklim kompetitif yang semakin mempercepat perkembangan ilmu - ilmu yang ada.

Dalam periode ini atau mulai lahirnya kembali ilmu pengetahuan akibat sistem pendidikan yang diperbaiki dan dikembangkan. Ada beberapa bangsa besar yang turut andil dalam sumbangsihnya terhadap kemajuan dunia yakni Kerajaan - Kerajaan Islam, Kerajaan - Kerajaan Kristen Eropa, India, China, Jepang, Astec, dan Inca. Berikut beberapa warisan dari berkembangnya edukasi pada zaman pertengahan.

  • Orang - orang dari kalangan apapun bebas untuk mendapakan edukasi formal.
  • Lahirnya universitas sebagai tempat pengkajian dan peneliatian terhadap ilmu - ilmu alam, ketuhanan, dan sosial.
  • Mulai adanya sekolah swasta yang diakui pemerintah dan menambah semangat kompetitif dalam memajukan pendidikan.
  • Adanya ujian nasional dalam seleksi untuk menjadi pejabat negara yang bisa meningkatkan status sosial seseorang.
3. Perkembangan edukasi pada era klasik (1600 M sampai dengan 1800 M)

Pada masa ini, manusia terutama dari eropa, timur tengah, dan cina mulai melakukan eksplorasi dunia secara besar - besaran. Mereka saling berkompetisi dengan tujuan untuk harta, agama, dan kekuasaan. Ada yang melakukannya dengan cara kekerasan dan ada pula yang melakukannya dengan cara damai dan saling melakukan hubungan baik. 

Penerapan sistem edukasi yang baik membuktkan bangsa - bangsa tersebut jauh lebih superior di berbagai bidang seperti teknologi, keuangan, sistem pemerintahan, militer, dan masih banyak lagi, sehingga dunia baru yang ditemukan pada saat itu tidak memiliki konsep edukasi yang jelas maka dengan cepat akan bertekuk lutut kepada bangsa yang lebih superior termasuk wilayah kerajaan - kerajaan kita di Indonesia ini yang harus dijajah oleh berbagai bangsa karena kita kalah dalam teknologi dan terutama kalah konsep pemikiran bangsa.

4. Era Modern (1800 Masehi sampai dengan 1900 an Masehi)

Semakin banyak orang yang terdidik maka pemikiran mereka semakin terbuka dan beragam. Hal tersebutlah yang menciptakan aneka ragam ideologi yang digunakan bangsa agar bisa bersatu dalam tujuan yang sama. Faktor demografi dan budayalah yang memicu perbedaan tersebut, tak jarang ideologi yang dianggap kuno dalam pemerintahan harus diganti bahkan dengan pertumpahan darah.

Peranan edukasi pada masa ini adalah sesuatu yang vital dalam menentukan wajah dunia yang dulunya peta dunia dihiasi oleh negara - negara superior, kali ini akibat banyak orang terdidik termasuk negara yang terjajah menimbulkan kesadaran bahwa merekapun memiliki hak yang sama. Termasuk di Indonesia yang dimulai pada awal abad ke 20 dengan lahirnya berbagai organisasi - organisasi demi mewujudkan negara yang merdeka dari buah hasil orang - orang yang terdidik.

Akhirnya karena perseteruan ideologi bangsa - bangsa superior yang pada puncaknya meletus Perang Dunia ke 2. Wajah peta dunia bisa berubah dengan lahirnya berbagai negara - negara merdeka yang tak lepas dari buah pemikiran orang - orang yang pernah menyelami dunia pendidikan sehingga mata dan hati mereka terbuka. Pada periode ini, kaum hawa pun ikut andil dengan berani melakukan demonstrasi supaya merekapun mendapatkan hak yang sama dengan kaum adam terutama dalam mengecap dunia eduasi atau pendidikan. Banyak bangsa yang melakukannya termasuk Indonesia dengan semangat Raden Ajeng Kartini sehingga para wanita Indonesia bisa mendapat edukasi dan tidak hanya nguleg sambal.

***

Berbagai peranan edukasi terhadap peradaban dunia diatas, saya sajikan secara singkat dan obyektif dengan tujuan supaya kita paham akan pentingnya edukasi terhadap diri sendiri, keluarga, lingkungan, negara, dan bahkan umat manusia.

Setelah mengetahui perjalanan sistem edukasi yang sangat panjang dan acap kali memerlukan pengorbanan nyawa supaya edukasi dan banyak manfaatnya tersebut dapat dinikmati semua kalangan. Patutlah kita, generasi saat ini tidak mengesampingkan edukasi dengan selalu belajar dan belajar dari waktu ke waktu, supaya nantinya bisa memajukan bangsa.

Apabila kita cermati, kemajuan peradaban manusia dimulai dengan dibebaskannya manusia dalam belajar dan berfikir seperti pada era Yunani Kuno. Edukasi yang dijalankan benar - benar seimbang dengan memperhatikan ilmu alam, sosial, dan prinsip ketuhanan. Kemudian seakan - akan melambat, pada 4 abad sebelum masehi sampai 8 abad masehi karena ketimpangan edukasi yang terlalu menekankan pada ilmu ketuhanan. 

Barulah, pada abad 9 dan adanya universitas, prinsip edukasi yang semestinya jalan kembali dan melahirkan aneka teknologi yang dapat menunjang kehidupan manusia. Namun, seiring berjalannya waktu. Sistem edukasi juga berat sebelah kembali dengan terlalu menekankan ilmu alam dan superioritas ras yang menyebabkan adanya penjajahan.

Sebagai orang - orang zaman now sepatutnya kita mematuhi tujuan dan prinsip edukasi dengan :

Saling mengingatkan (edukasi non formal)


Keluarga adalah sarana edukasi abadi - ilustrasi rosediana.net

Hal - hal yang baik perlu kita sampaikan kepada siapa saja, apalagi dengan kemudahan menyebarkan informasi. Dimulai dari keluarga, kita perlu selalu meminta nasehat dan menasehati supaya selalu dekat dan terjaga akhlaknya. Perlu ditekankan juga bahwa bangsa Indonesia itu bangsa yang sopan, ramah dan santun. Tapi tidak menjadikan buta hati juga, budaya yang baik dari bangsa luar juga perlu kita serap, seperti kedisiplinan masyarakat Jerman, sikap pantang menyerah dari masyarakat Jepang, dan sebagainya.

Jangan sekali - kali melemparkan tanggung jawab anda sebagai guru dari anak - anakmu, apalagi menyerahkan sepenuhnya pada lembaga pendidik, karena nasehat orang tua itu akan banyak membekas pada si anak ketimbang dari orang lain.

Memberikan edukasi formal terbaik


Berbahagialah kita hidup di zaman sekarang, semua anak - anak bisa bersekolah gratis tidak pandang status sosial sampai dengan tingkat SMP. Bagi mereka yang bersungguh - sungguh agar mendapatkan pendidikan formal sampai ke bangku universitas, sudah ada banyak beasiswa yang bisa diambil dengan syarat menjadi murid yang pintar dan disiplin.

Karena dengan edukasi bisa juga merubah nasib seseorang, misal si A adalah anak dari orang tua yang miskin, karena si A bertekad ingin merubah nasib mereka kemudian si A belajar dengan sungguh - sungguh dan mendapatkan edukasi sampai bakat dan keterampilannya terasah, akhirnya si A memiliki kemampuan yang bisa digunakan untuk memperbaiki ekonomi keluarganya. Hal yang dianggap kecil tersebut secara tidak langsung juga telah membantu negara karena bertambah lagi orang produktif yang mampu meningkatkan ekonomi negara.

Bagi orang tua - orang tua yang mampu dan berkecukupan serta terdidik, edukasi anak - anaknya merupakan prioritas utama mengingat banyaknnya manfaat yang didapat dan telah mereka rasakan.

Indonesia saat ini tidak hanya membutuhkan orang - orang pintar dan pandai akan tetapi mereka juga yang berakhlak dan bermoral. Kesadaran peduli terhadap bangsanya dari orang - orang terdidik itulah kunci kemajuan bangsa, dimana akan menarik hati mereka (orang - orang yang tidak berkesempatan mendapatkan edukasi) sehingga mau bergerak dan membangun bangsa. Tanpa orang - orang terdidik dan berakhlak mulia mungkin ibu kota negara ini masih Batavia. Jadi berusahalah mendapakan dan memberikan edukasi bagi diri atau orang yang kita sayangi dan jangan lupa selalu nasehat menasehati supaya moral terjaga agar Indonesia berjaya.

2 komentar:

  1. Bener tuh gan. Edukasi emang berperan penting

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yap, formal dan non formal sama - sama penting, guna menghasilkan generasi yang pandai, pintar dan berkarakter untuk bangsa.

      Hapus

Bottom Ad [Post Page]