Full width home advertisement

Travel the world

Freedom Of Chit Chat!

Post Page Advertisement [Top]


Hampir semua orang pasti mengenal dan mengetahui apa itu piramid. Bangunan yang strukturnya dibuat dengan tumpukan batu - batu besar yang menghasilkan bangunan megah berbentuk segitiga. Piramid - piramid termegah di dunia sampai saat ini diketahu berada di Mesir tepatnya di kawasan komplek piramid Giza.

Fungsi dari piramid - piramid tersebut, diyakini oleh ilmuwan adalah sebagai makam bagi phraraoh atau penguasa Mesir jaman dulu sekitar 4500 tahun sebelum masehi. Dikubur bersama dengan harta benda mereka untuk membayar dosa - dosa mereka didunia sehingga bisa menuju ke surga Ra' dengan selamat adalah kepercayaan Mesir kuno.

Yang masih menjadi misteri dan menimbulkan rasa penasaran terus menerus terhadap peneliti adalah bagaimana cara mereka membangun bangunan dengan tinggi 140 meter, lebar 240 meter, dan hampir 2.3 juta blok batu sebagai materialnya. Namun yang paling membuat penasaran adalah lorong - lorong di dalam piramid itu sendiri, pasalnya ini merupakan seperti keajaiban bahwa dalam membuat lorong itu dibutuhkan perhitungan rumit dari ilmu teknik dan bangsa Mesir kuno dianggap tidak memberikan sumbangsih banyak terhadap ilmu teknik karena tidak ditemukan bukti otentik seperti pada yunani kuno atau Roma kuno.

Dengan ritual bahwa Pharaoh dikubur bersama dengan harta - hartanya yang sangat melimpah, seusai peradaban Mesir kuno runtuh dan sampai ke zaman kolonial banyak terjadi penjarahan karena orang tidak takut lagi akan kemarahan dewa. Hikmahnya,adalah terpetakan lorong - lorong di dalam piramid yang sangat berguna bagi obeservasi selanjutnya. Seiring berkembangnya teknologi para peneliti sejak tahun 1960 menggunakan scanner dengan bantuan sinar kosmik (partikel yang jatuh ke bumi dari luar angkasa). 

Diketahui bahwa setiap menit, ada puluhan ribu muon melintasi setiap meter persegi bumi. Muon sendiri adalah partikel mirip elektron namun jauh lebih besar atau 203 kalinya ukuran elektron. Karena berat, partikel ini bisa melintasi ratusan meter batu sebelum diserap. Jadi prinsipnya sama seperti sinar X-Ray yang digunakan dokter untuk mengetahui dalam tubuh manusia, muon dapat digunakan untuk mengetahui ketebalan dan bentuk didalam gunung berapi bahkan untuk scan pembangkit listrik tenaga nuklir.

Penelitian terhadap piramid terus dilakukan sampai sekarang, berkat teknologi scan sinar kosmik. Para peneliti berhasil memetakan isi dalam piramid, mereka terkejut menemukan ruang kosong dalam piramid, tepatnya di piramid Khafre. Keanehan pada ruang kosong itu adalah tidak adanya semacam harta benda atau barang lainnya, dengan ukuran tinggi 8 meter, lebar 2 meter, dan panjang 30 meter tentu bukan ukuran yang kecil.

Namun, Zahi Hawaas seorang egyptologist (ilmu khusus meneliti peradaban Mesir) menganggap bahwa ruangan kosong itu adalah hasil dari kelalaian pembangun piramid yang menghasilkan gap yang lebar diantara tumpukan batu. 

Masih misteri apakah ruangan kosong itu adalah "ruang rahasia" atau hanya sekedar gap yang lebar seperti perkataan Zahi Hawaas. Penemuan tersebut belum bisa merubah keyakinan kita terhadap piramid dengan misterinya, bahwa piramid dibangun sebagi makam pharaoh. Penelitian lebih lanjut masih terus dilakukan mengenai lororng - lorong piramid yang akan membuka misteri yang tersimpan di bangunan ajaib ini. Semoga bermanfaat, By Alan Pratama.

Sumber :
Sciencemag.org
Image Source :
Sciencemag.org

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]