Kamis, 12 Oktober 2017

FIntech dan Pentingnya Bagi Dunia Usaha


'Fintech' adalah ungkapan yang semakin banyak dibicarakan di media dan kalangan teknologi. Namun, meski sedang populer, ini adalah istilah yang banyak - termasuk pakar teknologi dan para profesional - tidak cukup memiliki pegangan tentang fintech. Namun, Fintech ternyata secara radikal telah  mengubah cara kita hidup sebagai masyarakat dan bagaimana kita berbisnis secara profesional.

Apa itu fintech?

Sebagai definisi, Fintech biasanya diterapkan pada segmen startup teknologi yang seperti pembayaran mobile, transfer uang, pinjaman, penggalangan dana dan bahkan pengelolaan aset.

Sebuah laporan baru-baru ini dari Accenture menemukan bahwa investasi global di fintech telah meroket dari $ 930 juta di tahun 2008 menjadi lebih dari $ 12 miliar pada awal tahun 2015. Eropa mengalami tingkat pertumbuhan tertinggi, dengan kenaikan 215% menjadi $ 1,48 miliar pada tahun 2014.

Selanjutnya, terkait pengerjaan ulang peraturan keuangan, inovasi baru dan perilaku pelanggan, berarti angka ini akan terus meningkat tajam di tahun-tahun mendatang.

Begitulah dampak teknologi terhadap bagaimana keuangan dijalankan, kota-kota seperti London secara aktif dan agresif mengejar potensi teknologi untuk memastikannya tetap kompetitif.
Sektor keuangan Inggris merupakan pendorong utama pemulihan ekonomi negara tersebut dari krisis global dan pemerintah sangat sadar bahwa untuk terus melaju ke depan, talenta teknologi perlu didampingi dengan sektor keuangan yang baik pula. Kantor Walikota London mengklaim bahwa 40% tenaga kerja London terdiri dari layanan keuangan dan teknologi saja.

Mengapa fintech penting bagi dunia bisnis?

Munculnya fintech telah mengubah cara perusahaan melakukan bisnis. Model bisnis tradisional yang menggunakan transaksi langsung bank dan / atau investor konvensional bukan lagi satu-satunya permainan dalam bisnis.

Pembayaran mobile jumlahnya semakin meningkat dari tahun ke tahun, tidak pernah ada banyak pilihan bagi pengusaha seperti sekarang ini selain mengikuti perkembangannya. Disadari atau tidak, transaksi mobile nyatanya lebih murah dan mampu menjangkau cakupan yang luas sehingga bisa memperluas bisnis.

Crowdsourcing, misalnya, memungkinkan orang dengan ide-ide besar untuk mendapatkan dana dengan cepat dan mudah dari manapun di dunia dari orang-orang yang belum pernah mereka temui. Alih-alih berbulan-bulan mengambil hati investor, pengusaha bisa menggunakan internet  dan langsung terhubung dengan calon - calon investor dari berbagai belahan dunia. Mereka yang memiliki sentuhan ajaib bisa melihat dana itu masuk dalam hitungan minggu daripada berbulan-bulan.

Mentransfer uang melintasi perbatasan (negara ke negara), merupakan kutukan kehidupan wirausahawan sejak dahulu kalar. TransferWise telah mengubah solusi perbankan tradisional (dan mahal) untuk mengirim uang melintasi batas dan memungkinkan perusahaan kecil dan individu untuk mentransfer uang jauh lebih murah daripada sebelumnya.

Hal di atas hanyalah beberapa dari banyak cara di mana fintech telah mempermudah bisnis dan biaya yang lebih rendah. Perusahaan Fintech dapat memberikan penghematan yang besar karena mereka jauh lebih lincah daripada bank tradisional, tidak memiliki bank dengan biaya overhead dan komitmen yang sama diberkati (dan dibebani). Ukuran mereka yang kecil (Fisik seperti karyawan dan gedung) juga memungkinkan mereka berinovasi dan beradaptasi dengan cara yang bisa dilakukan oleh perusahaan yang lebih besar.

Bagaimana fintech mampu mengubah pelanggan?

Maraknya smartphone telah mengubah perilaku konsumen secara besar-besaran. Berkat budaya 'always online' yang kita jalani hari ini - dan perkembangan layanan dan berbagai aplikasi. Orang tidak hanya dapat mengakses informasi dan data yang sebelumnya tidak pernah mereka dapat, mereka dapat melakukannya sambil menunggu bus atau aktivitas lainnya.

Entah itu memeriksa akun online mereka atau membuat portofolio investasi online, orang sekarang berharap menangani urusan keuangan semudah seperti mudahnya mereka melakukan akses email atau halaman Facebook mereka. Ini adalah kesempatan besar untuk dunia bisnis dan pemanfaatan fintech secara tepat akan membuat perusahaan bisa berkembang pesat.

Di iZettle, misalnya, diidentifikasi bahwa 20 juta usaha kecil di Eropa tidak menerima pembayaran kartu kredit atau debit. Dikethaui bahwa setiap bisnis yang tidak menerima pembayaran kartu meleset dari penjualan, hal itu menjadi perhatian karena usaha/bisnis kecil adalah jantung ekonomi dan biasanya paling kebal terhadap krisis ekonomi.

Ditemukan bahwa penghalang utama untuk masuk ke pembayaran kartu adalah biaya. Dengan mengubah perangkat yang dimiliki jutaan orang. Sebuah ponsel - menjadi sistem penjualan, dapat menawarkan jutaan bisnis dan individu kesempatan untuk melakukan pembayaran seperti yang ada pada perusahaan - perusahaan besari. Ini juga memberikan wawasan unik tentang pelanggan mereka melalui alat analisis canggih yang sebelumnya hanya tersedia untuk bisnis yang lebih besar.

Dengan cara ini fintech adalah pilihan yang tebat. Pelanggan, betapapun tidak adilnya, mengharapkan jangkauan layanan yang sama dari perusahaan kecil seperti yang dilakukan perusahaan yang lebih besar, dan teknologi memungkinkan Daud bersaing dengan Goliat dengan pijakan yang jauh lebih baik.

Fintech baru saja dimulai

Munculnya fintech telah membuka dunia bisnis tentang segala kemungkinan. Bisnis dapat menawarkan lebih banyak layanan daripada sebelumnya dan dengan harga yang lebih rendah dari harga yang harus dikeluarkan sebelumnya.

Pengusaha perlu melihat dan terus mengikuti perkembangan fintech sebagai bagian penting dalam kehidupan sehari-hari mereka. Menyadari peluang dan perkembangan terbaru di lapangan  akan memperbaiki bisnis anda dan membantu anda tetap berada di garis depan pasar.

0 Komentar:

Posting Komentar